Langsung ke konten utama

Kejutan Manny Pacquiao dan Tantangan Rekor George Foreman

Kejutan Manny Pacquiao dan tantangan mengalahkan rekor George Foreman menjadi juara dunia tertua di usia setelah 45 tahun. Apakah Manny Pacquaio masih memiliki satu kejutan lagi?

Jika ada satu hal yang telah dibuktikan oleh Manny Pacquiao bahwa ia dapat memberikan kejutan di atas ring tinju, maka itu adalah elemen kejutan. Dari kemenangannya yang mengejutkan sebagai petinju pengganti dalam debutnya di Amerika Serikat, hingga kemenangan angka atas Marco Antonio Barrera dan Oscar De La Hoya, melalui kebangkitannya sebagai juara delapan divisi dan kemenangannya meraih gelar juara dunia di usia 40 tahun, Pacquiao tahu bagaimana cara membuktikan bahwa orang lain salah.

Baca Juga: Saul Canelo Banteng Tangguh, Terence Crawford Bukan Pembunuh

Maka dari itu, saat ia bersiap-siap, di usia 46 tahun, untuk kembali dari masa pensiunnya dan mengikuti induksi Hall of Fame Tinju Internasional minggu depan dengan melawan pemegang gelar juara dunia kelas welter WBC, Mario Barrios Jr, pada tanggal 19 Juli di Las Vegas, Pacquiao menerima tugasnya sebagai underdog.

"Saya sangat bersemangat untuk menjadi contoh. Saya selalu ingin memberikan kejutan kepada para penggemar saya. Saya selalu berlatih setiap hari. Saya menghukum diri saya sendiri dalam latihan dan mendorong diri saya sendiri... Saya ingin menyenangkan para penggemar saya," ujar Pacquiao, 62-8-2 (39 KO), kepada para wartawan dalam konferensi pers sebelum kartu Premier Boxing Champions Sabtu malam, yang menampilkan pemegang gelar kelas menengah super interim WBA, Caleb Plant, dan mantan pemegang gelar dua divisi, Jermall Charlo, dalam pertarungan terpisah di Mandalay Bay.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silfester Matutina Tuding Ada Bohir di Balik Desakan Pemakzulan Gibran

Berikut adalah artikel yang Anda minta, dalam gaya Anderson Cooper yang informal dan menarik, siap untuk dipublikasikan: Skandal Bohir Pemakzulan Gibran: Siapa Dalang di Balik Layar? Skandal Bohir Pemakzulan Gibran: Siapa Dalang di Balik Layar? Anda tahu, di dunia politik, seringkali ada drama yang tersaji di depan mata kita. Tapi, pernahkah Anda berpikir, apa yang sebenarnya terjadi di balik panggung? Siapa yang menarik tali, siapa yang memegang kendali? Pertanyaan-pertanyaan semacam inilah yang tiba-tiba menyeruak ke permukaan, mencuat dari sebuah pengakuan yang cukup mengejutkan. Ini bukan sekadar desas-desus, ini adalah tudingan serius yang dilemparkan langsung oleh salah satu tokoh di barisan pendukung capres-cawapres yang baru saja memenangkan kontestasi, Bapak Silfester Matutina. Silfester Matutina, Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet), baru-baru ini membuat pernyataan yang bisa dibilang mengguncang jagat politik...

Unesa Buka Lowongan Dosen Tetap 2025, Formasi Puluhan Berbagai Jurusan S2 & S3

Unesa Buka Peluang Emas: Jadi Dosen Tetap Hingga 2025! Peluang Emas Mengajar: Unesa Buka Lowongan Dosen Tetap Hingga 2025! Pernahkah Anda membayangkan diri Anda berdiri di depan kelas, berbagi ilmu, menginspirasi generasi penerus, dan menjadi bagian dari sebuah institusi pendidikan terkemuka? Jika impian itu pernah terlintas di benak Anda, bersiaplah, karena ada sebuah kabar luar biasa datang dari Surabaya yang mungkin saja menjadi jembatan menuju mimpi tersebut. Universitas Negeri Surabaya, atau yang akrab kita sebut Unesa, sedang membuka lebar pintu kesempatan bagi Anda yang berjiwa pendidik, bagi para pemikir, dan bagi mereka yang haus akan kontribusi nyata dalam dunia akademik. Ini bukan sekadar pengumuman biasa. Ini adalah undangan untuk bergabung, untuk membentuk masa depan, dan untuk menjadi bagian integral dari keluarga besar Unesa. Mereka sedang mencari dosen tetap, sebuah posisi yang menawarkan stabilitas, tantangan, dan tentu saja, peluang untuk tumbuh bersama. D...

2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung, Petani Sebut Kabut Hitam Ekonomi

Krisis Tembakau Temanggung: Ketika Kabut Hitam Ekonomi Mulai Menyelimuti Ada kabar yang cukup mengkhawatirkan datang dari Temanggung. Kabar ini bukan sekadar berita biasa, melainkan sebuah sinyal bahaya, sebuah "kabut hitam" yang menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPN APTI), Bapak Agus Parmuji, telah menyelimuti perekonomian nasional. Bayangkan saja, dua raksasa industri rokok kretek di negeri ini, PT Gudang Garam dan Nojorono, tiba-tiba menghentikan pembelian tembakau di Temanggung. Dampaknya? Ini bukan hanya soal rokok, ini soal kehidupan, soal roda ekonomi yang berputar. Agus Parmuji mengungkapkan, keputusan ini bagaikan bencana ekonomi yang bisa melumpuhkan Temanggung hingga 60%. Angka itu sendiri sudah menakutkan, bukan? Tapi coba Anda bayangkan, ini bukan hanya berhenti di Temanggung. Potensi gelombang kejutnya bisa meluas ke seluruh sentra tembakau di Jawa Tengah. Artinya, ini bisa jadi awal dari masalah yang jauh lebih ...