Washington D.C. — Selamat datang. Hari ini kita akan ngobrolin sesuatu yang penting, sesuatu yang berakar jauh di dalam sejarah benua Amerika. Siapa sih sebenarnya yang kita sebut sebagai Penduduk Asli Benua Amerika itu? Nah, sederhananya gini: mereka adalah orang-orang yang punya garis keturunan dari penduduk asli yang sudah ada di benua ini ribuan tahun lalu. Dan nggak cuma soal garis darah, pengakuan itu juga datang dari suku mereka sendiri, komunitas, atau bahkan dari pemerintah Amerika Serikat. Jadi, ini bukan cuma soal sejarah, tapi juga soal identitas dan pengakuan hingga hari ini.
Benua Amerika ini luas sekali, dan begitu juga keragaman penduduk aslinya. Ada ratusan suku, masing-masing dengan bahasa, budaya, dan sejarahnya sendiri yang unik. Tapi, kalau kita bicara soal populasi, ada beberapa kelompok yang menonjol. Menurut data dari American Community Survey tahun 2021, kalau kita lihat per suku tunggal, Bangsa Navajo itu yang paling besar. Tapi, kalau kita lihat gambaran beseluruhan, termasuk kelompok-kelompok lain, penduduk asli Meksiko-Amerika yang jumlahnya paling banyak secara total. Ini memberi kita gambaran awal betapa kompleksnya peta demografi penduduk asli di sini.
Dari sekian banyak suku dan bangsa, ada beberapa yang punya sejarah dan populasi yang sangat signifikan. Kita akan coba lihat lebih dekat tiga di antaranya, berdasarkan informasi yang ada:
Menyapa Bangsa Navajo: Potret Suku Tunggal Terbesar Saat Ini
Kalau kita bicara suku tunggal terbesar yang diakui secara federal di Amerika Serikat saat ini, jawabannya adalah Navajo. Ini bukan klaim sembarangan, lho. Angka-angka menunjukkan demikian. Menurut Investopedia, yang mengutip data, Bangsa Navajo melaporkan punya hampir 400 ribu anggota terdaftar—tepatnya 399.494 anggota. Angka dari American Community Survey sedikit berbeda, sekitar 328.434, tapi intinya mereka adalah kelompok yang sangat besar dan punya kehadiran kuat di Amerika Serikat.
Jejak Bangsa Navajo ini terasa sekali di tiga negara bagian di wilayah barat daya Amerika Serikat: Arizona, New Mexico, dan Utah. Mereka bukan cuma tinggal di sana, tapi punya 'negara' sendiri di dalam negara, yang dikenal sebagai Navajo Nation. Wilayah mereka sangat luas, meliputi area yang seringkali indah tapi juga penuh tantangan geografis.
Tata kelola pemerintahan mereka juga sangat terstruktur. Sejak tahun 1989, Navajo Nation ini diatur oleh tiga cabang pemerintahan, mirip dengan struktur pemerintahan Amerika Serikat pada umumnya: ada eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Cabang eksekutif dipimpin oleh seorang presiden yang dipilih langsung. Ibu kota Navajo Nation ini terletak di Window Rock, Arizona, di mana kantor presiden berada.
Siapa yang memimpin mereka saat ini? Untuk tahun 2024, yang menjabat sebagai Presiden Navajo Nation adalah Buu Nygren. Dan wakil presidennya adalah Richelle Montoya. Sistem di sana membatasi masa jabatan presiden hanya maksimal dua periode berturut-turut, sebuah mekanisme untuk memastikan rotasi kepemimpinan.
Yang menarik dari sosok Buu Nygren ini, usianya relatif sangat muda saat terpilih. Ia menjadi presiden termuda dalam sejarah Navajo Nation pada usia 35 tahun. Dan misinya, wah, ini misi yang sangat mendasar dan krusial bagi warganya. Nygren bertanggung jawab untuk 'menjamin kebutuhan dasar untuk setiap rumah Navajo'. Apa saja itu? Air bersih, listrik, dan jalan yang bisa diandalkan. Coba bayangkan, di era modern ini, masih ada perjuangan untuk memastikan setiap rumah punya akses ke hal-hal fundamental ini. Selain itu, dia juga fokus besar pada upaya memerangi kemiskinan yang masih menghantui sebagian anggota Bangsa Navajo. Ini bukan tugas yang mudah, butuh dedikasi dan kerja keras yang luar biasa.
Cerita Bangsa Cherokee: Angka Populasi & Perjuangan Panjang
Nah, kalau tadi kita bicara Navajo yang sekarang menduduki posisi teratas sebagai suku tunggal terbesar, ada satu nama lagi yang punya sejarah panjang dan dulu sempat dianggap sebagai suku terbesar yang diakui pemerintah federal di AS: Cherokee. Sampai beberapa waktu lalu, mereka adalah rujukan utama kalau bicara populasi suku terbesar.
Angka populasi mereka juga cukup tinggi, meskipun data dari American Community Survey tahun 2022 mencatat angka yang sedikit lebih rendah dari Navajo, yaitu sekitar 239.224 jiwa. Namun, penting untuk dicatat bahwa suku itu sendiri, Bangsa Cherokee, punya angka pendaftaran anggota yang jauh lebih besar, dilaporkan mencapai lebih dari 450.000 anggota terdaftar. Perbedaan angka antara survei pemerintah dan data internal suku ini seringkali terjadi dan bisa merefleksikan berbagai faktor, termasuk bagaimana pendaftaran anggota suku dilakukan dibandingkan dengan cara sensus pemerintah mengidentifikasi orang.
Nama Cherokee sayangnya juga sangat erat kaitannya dengan salah satu babak paling kelam dan menyakitkan dalam sejarah Amerika Serikat, yaitu peristiwa yang dikenal sebagai Jejak Air Mata (Trail of Tears). Peristiwa ini, yang merupakan pemindahan paksa ribuan penduduk Cherokee dari tanah leluhur mereka di bagian tenggara Amerika Serikat, punya dasar hukum yang ironis: Perjanjian New Echota tahun 1835. Perjanjian inilah yang menjadi fondasi hukum bagi pemindahan paksa itu. Tapi, di sisi lain, perjanjian yang sama juga memberi dasar bagi Bangsa Cherokee untuk memiliki perwakilan di Kongres AS.
Perjuangan untuk mendapatkan perwakilan di Kongres ini masih berlanjut hingga kini. Kepala Suku Utama Cherokee saat ini, yang bernama Chuck Hoskin Jr., telah menunjuk Kimberly Teehee sebagai delegasi mereka untuk duduk di Kongres. Ini adalah langkah penting untuk memastikan suara Cherokee terdengar di tingkat legislatif federal. Namun, hingga artikel ini ditulis, delegasi tersebut belum secara resmi diakui oleh pemerintah Amerika Serikat. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada dasar hukum lama, jalan menuju pengakuan politik penuh masih panjang dan berliku.
Perjuangan politik ini bukan hal baru bagi Bangsa Cherokee. Bayangkan, menurut penuturan Kimberly Teehee, sampai tahun 1975, pemerintah Amerika Serikat *melarang* Bangsa Cherokee untuk memilih pemimpin mereka sendiri. Tahun 1975! Itu belum terlalu lama dari sekarang, bukan? Ini memberikan gambaran betapa panjang dan beratnya perjuangan mereka untuk mendapatkan kembali hak fundamental atas pemerintahan diri sendiri.
Di tengah semua tantangan sejarah dan politik ini, Bangsa Cherokee punya misi yang sangat kuat dan jelas. Mereka menggambarkan misi mereka sebagai upaya untuk melindungi 'kedaulatan bawaan kita'. Kedaulatan ini adalah hak mereka sebagai bangsa asli yang sudah ada jauh sebelum Amerika Serikat terbentuk. Selain itu, mereka berkomitmen untuk melestarikan dan mempromosikan budaya, bahasa, dan nilai-nilai Cherokee yang kaya dan unik. Tapi misi mereka tidak berhenti di situ. Yang mungkin paling menginspirasi adalah fokus mereka untuk meningkatkan kualitas hidup *untuk tujuh generasi* warga Bangsa Cherokee berikutnya. Tujuh generasi! Itu adalah pandangan jangka panjang yang luar biasa, yang menunjukkan kedalaman komitmen mereka terhadap masa depan bangsa mereka, melampaui hanya sekadar kepemimpinan saat ini.
Mengenal Suku Sioux: Melintasi Batas dan Sejarah
Sekarang, mari kita beralih ke kelompok lain yang juga sangat penting dalam sejarah penduduk asli Amerika: Sioux. Nah, Sioux ini agak berbeda dari Navajo atau Cherokee. Mereka bukan cuma satu suku tunggal. Istilah Sioux sebenarnya mencakup banyak kelompok, banyak divisi, dan banyak suku yang tersebar di wilayah yang sangat luas di Amerika Utara.
Secara historis, suku-suku yang termasuk dalam kelompok Sioux ini adalah kelompok yang sangat dinamis. Mereka dikenal berpindah-pindah, bergerak ke arah barat dan utara, dan dalam prosesnya menguasai wilayah yang sangat besar. Wilayah ini seringkali dikenal sebagai 'Sioux Country' dan meliputi area yang membentang di Great Plains bagian utara Amerika Serikat dan sebagian Kanada. Sejarah mereka penuh dengan narasi tentang perburuan bison, kehidupan nomaden, dan, sayangnya, juga konflik yang intens dengan para pemukim Eropa-Amerika dan pemerintah Amerika Serikat.
Saat ini, setelah melewati sejarah yang penuh gejolak, suku-suku Sioux tersebar di berbagai lokasi. Di Amerika Serikat, mereka terkonsentrasi di wilayah Amerika Barat. Ada 13 suku yang secara federal diakui oleh pemerintah AS yang termasuk dalam payung besar Sioux. Negara bagian di mana kita bisa menemukan kehadiran kuat suku-suku Sioux ini meliputi Minnesota, Montana, Nebraska, North Dakota, dan South Dakota. Tidak hanya di AS, jejak suku Sioux juga melintasi batas internasional, dengan beberapa kelompok mereka juga berdiam di Kanada.
Soal populasi, data American Community Survey tahun 2022 mencatat angka sekitar 100.575 jiwa untuk 'Sioux saja'. Angka ini memberikan gambaran tentang jumlah individu yang teridentifikasi sebagai Sioux dalam survei tersebut. Namun, mengingat bahwa Sioux ini terdiri dari banyak suku dan kelompok yang berbeda, kemungkinan besar total populasi yang terafiliasi dengan seluruh konfederasi Sioux, jika dihitung secara komprehensif, bisa jadi lebih besar dari angka ini. Ini adalah tantangan lain dalam memahami demografi penduduk asli Amerika: bagaimana cara terbaik menghitung dan mengelompokkan populasi yang secara historis dan budaya saling terkait namun secara politik diakui sebagai entitas terpisah.
Cerita Bangsa Navajo, Cherokee, dan berbagai kelompok Sioux ini hanyalah sebagian kecil dari kisah besar penduduk asli Benua Amerika. Setiap suku punya warisan yang kaya, perjuangan yang unik, dan semangat yang kuat untuk melestarikan identitas mereka di dunia yang terus berubah. Mereka adalah bagian tak terpisahkan dari mozaik Amerika, dan memahami siapa mereka, dari mana mereka berasal, dan apa yang mereka perjuangkan saat ini adalah langkah penting dalam memahami benua ini secara lebih utuh.
```
Komentar
Posting Komentar